Pengin sukses dunia akhirat? Mudah milikilah visi dan misi. But, nggak cuma berhenti sampai situ saja ya! Visi misimu masih merupakan gambaran umum dari diri idealmu. Ia memang menggambarkan dirimu di masa depan, beberapa tahun lagi. Tapi ia tidak memperinci jalanmu untuk mencapainya.
Agar punya konsep diri yang positif kamu perlu membawa citra dirimu menuju kepada diri idealmu. Supaya hal itu tercapai, kamu perlu merinci visi misimu, cita-citamu, dan tujuanmu menjadi target-target, baik jangka panjang, menengah, dan pendek. Jika visimu kenyang, misimu memakan kue tart, maka targetmu adalah memotong-motong kue tart itu.
Lho ngapain kudu memperinci visi misi menjadi target-target jangka panjang, menengah, dan pendek? Kan visi, misi, cita-cita, dan tujuan udah memberi arahan bagi langkah-langkah yang akan kita capai dalam membawa citra diri kita kepada diri ideal kita?
Iya sih, tapi beda. Bedanya banyak. Sudah saya kemukakan di atas tadi bahwa visi misi masih merupakan gambaran umum. Target memperinci visi, misi, dan cita-cita.
Target merupakan langkah-langkah aksi alias kegiatan dalam mencapai cita-cita dan tujuanmu. Tanpa target, kamu belum tentu bisa beraksi membawa citra dirimu menuju diri idealmu.
Kalo sudah paham tentang target, kamu bisa lanjut ke langkah berikutnya. Kalo pengin tahu lebih banyak tentang target, kamu kudu baca kotak intermezzo tentang target ini.
Manfaat Target
Biar mantab, kamu perlu tahu manfaat adanya target-target saat membawa citra dirimu menuju diri idealmu.
Ini dia manfaat adanya target-target.
Memotivasi Kamu
Target yang berwujud langkah-langkah atau kegiatan akan membuat kamu bersemangat ketika membacanya. Target-target akan berjalan dengan dua arah: kamu bekerja untuk target itu atau target itu bekerja untuk kamu. Target akan memberikan kejelasan apa yang perlu kamu capai. Jika kamu bisa mencapainya, maka kamu akan mendapatkan perasaan puas dan lega.
Memunculkan Keinginan
Kalo kita kembali melihat keluhan teman-teman kita yang saya cuplik di atas, kita akan melihat betapa banyak orang yang tidak merasa bahagia dengan apa yang ada pada dirinya, apa yang ada pada kehidupannya.
Konon, 98 dari 100 orang yang enggak puas dengan hidup mereka ternyata karena mereka nggak mempunyai gambaran jelas tentang kehidupan yang mereka inginkan. Mereka nggak netapin diri ideal mereka itu gimana. Trus, itu berarti mereka nggak punya cita-cita, tujuan, visi, dan misi. Trus, tentu saja mereka nggak punya target-target dalam hidup mereka. Akibatnya, mereka terus saja hidup dalam keadaan yang sama tanpa ada usaha untuk mengubahnya.
Target yang berupa langkah-langkah atau aksi akan membuat kamu menginginkan sesuatu yang perlu kamu capai. Tentu keinginan itu masih terpaut dengan gambaran diri idealmu: cita-cita, tujuan, visi, dan misimu.
Memberi Gambaran Solusi
Suatu solusi bergantung banget sama cara pandang kita terhadap target kita. Kalo kamu punya target yang kamu anggap enggak penting, tentu aksi yang kamu lakukan untuk mencapai diri idealmu juga asal-asalan saja. Sebaliknya, jika target-targetmu kamu anggap penting, pasti deh kamu akan berusaha menyelesaikannya dengan serius.
Inilah pentingnya mengarahkan visi misimu agar tetap berorientasi ke cita-cita dan tujuan tertinggi: meraih surga dan bertemu sama Allah I. Jika diri idealmu berorientasi ke akhirat, maka target-targetmu semestinya kudu berorientasi ke akhirat juga. Akhirat sudah tentu merupakan sesuatu yang amat sangat penting buangeet buat kita. Jika demikian, insya Allah kamu pun akan bersemangat plus serius dalam melakukan aksi menuju targetmu. Dan itu semua akan memudahkanmu dalam melihat gambaran solusi.
Memaksimalkan Potensi
Orang punya potensi itu biasa. Sebab, setiap orang toh pasti punya potensi. Yang luar biasa adalah orang yang punya potensi plus punya target yang sesuai dengan potensinya. Dengan target ia akan fokus; memusatkan potensinya untuk meraih target-targetnya dan berusaha terus menuju diri idealnya.
Dengan kata lain, target membantu kamu untuk fokus. Tambahan lagi, jika kamu terus beraktivitas sesuai dengan bidang kemampuanmu alias potensimu, maka yang kayak gitu akan membantumu untuk mengembangkan kemampuanmu lebih jauh. Nah, hasilnya, selain kamu bisa mencapai targetmu itu, pada saat mencapainya pun potensimu akan berkembang. Hebat, enggak? Sekali menyelam, dua tiga pulau tenggelam. Eh, keliru: sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
Menghasilkan Rencana
Muslim muda yang sukses akan selalu bikin perencanaan. Ia nggak perlu nunggu ortu, ustadz, murabbi, saya, atau orang lain menyuruh apa yang kudu mereka kerjakan. Pengendali diri mereka adalah mereka sendiri. Allah telah mengaruniai manusia keinginan dan kemampuan memilih. Mereka nggak membiarkan orang lain mendikte mereka. Orang yang nggak bikin perencanaan tidak akan pernah maju.
Target membantu kita membuat rencana. Target memacu kita untuk menggunakan langkah-langkah yang tepat untuk mencapai diri ideal kita. So, jika kamu hendak membawa citra dirimu menuju diri idealmu, bikinlah target.
Membantu Evaluasi
Sebaik menghasilkan rencana, target membantu kita untuk mengevaluasi pencapaian kita. Salah satu sebab orang yang gagal dalam mencapai keinginan mereka adalah mereka jarang mengevaluasi kemajuan.
Target sangat penting untuk dievaluasi. Jika diri idealmu sekedar tujuan, cita-cita, visi, dan misi, maka kamu akan sulit mengevaluasinya. Tapi, target merupakan langkah-langkah alias aksi atau kegiatan. Jika target kamu sudah spesifik dan realistis, maka kamu dapat mengukur seberapa jauh kemajuan yang kamu capai saat ini dengan targetmu. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar