
Pentingnya Membangun Orientasi bagi Seorang Ibu
Imam Syafi'i, Rabiah ar-Ra'yi salah satu guru besar dari Imam Malik, Haritsah shahabat mulia Nabi yang syahid di Badar, Abdullah bin Zubair khalifah di zamannya, Aisyah guru besar generasi tabiin.
Kesemua kisah orang besar di atas tidak pernah lepas dari polesan sang bunda. Tidak akan lahir mereka tanpa bunda yang tahu bagaimana harus berbuat untuk generasinya.
Sebelum memulai semuanya, orientasi adalah segalanya. Membangun visi misi untuk anak-anaknya. Tanpa orientasi, tidak akan langkah strategis dan upaya pendidikan yang totalitas.
Membangun orientasi untuk anak-anak adalah bagian awal yang sangat penting. Karena itu merupakan maket kecil untuk kebesaran sesungguhnya anak-anak di kemudian hari.
Keadaan yang serba tidak mendukung tidak menjadi alasan apalagi hambatan untuk kebesaran anak-anaknya. Seperti ibunda Imam Syafi'i. Harta boleh tidak ada, tetapi besar visi dan kaya misi.
Inilah yang bisa kita baca dari perintah Allah agar menceraikan para istrinya jika gagal orientasi di rumah tangga,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا (28) وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآَخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا (29)
28. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
29. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.
Ini masalah orientasi. Jika sang ibu telah disibukkan untuk mengejar dunia, maka keluarga itu akan mandul untuk bisa menghadirkan generasi yang hebat.
Orientasi keluarga haruslah surga. Dan ini harus terbuktikan pada setiap rencana, tindakan, pilihan, pertimbangan dan semua gerak gerik keluarga terhadap anak-anaknya.
Salah satu bukti gagal orientasi adalah dikorbankannya anak demi ketenaran, sekian ratus juta, sebuah mobil, bayangan kebesaran. Dan dikorbankannya akhirat; tidak peduli dengan cara apakah hal itu bisa diraih, tidak ambil pusing ada berapa banyakkah ayat dan hadits Nabi diabaikan dan bisa mengorbankan apa saja untuk mencapai keinginan itu sementara tidak ada pengorbanan yang berarti untuk urusan akhirat anak-anaknya.
Kesemua kisah orang besar di atas tidak pernah lepas dari polesan sang bunda. Tidak akan lahir mereka tanpa bunda yang tahu bagaimana harus berbuat untuk generasinya.
Sebelum memulai semuanya, orientasi adalah segalanya. Membangun visi misi untuk anak-anaknya. Tanpa orientasi, tidak akan langkah strategis dan upaya pendidikan yang totalitas.
Membangun orientasi untuk anak-anak adalah bagian awal yang sangat penting. Karena itu merupakan maket kecil untuk kebesaran sesungguhnya anak-anak di kemudian hari.
Keadaan yang serba tidak mendukung tidak menjadi alasan apalagi hambatan untuk kebesaran anak-anaknya. Seperti ibunda Imam Syafi'i. Harta boleh tidak ada, tetapi besar visi dan kaya misi.
Inilah yang bisa kita baca dari perintah Allah agar menceraikan para istrinya jika gagal orientasi di rumah tangga,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا (28) وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآَخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا (29)
28. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
29. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.
Ini masalah orientasi. Jika sang ibu telah disibukkan untuk mengejar dunia, maka keluarga itu akan mandul untuk bisa menghadirkan generasi yang hebat.
Orientasi keluarga haruslah surga. Dan ini harus terbuktikan pada setiap rencana, tindakan, pilihan, pertimbangan dan semua gerak gerik keluarga terhadap anak-anaknya.
Salah satu bukti gagal orientasi adalah dikorbankannya anak demi ketenaran, sekian ratus juta, sebuah mobil, bayangan kebesaran. Dan dikorbankannya akhirat; tidak peduli dengan cara apakah hal itu bisa diraih, tidak ambil pusing ada berapa banyakkah ayat dan hadits Nabi diabaikan dan bisa mengorbankan apa saja untuk mencapai keinginan itu sementara tidak ada pengorbanan yang berarti untuk urusan akhirat anak-anaknya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar