Bangga Sebagai Muslim, Berbeda Dengan Lainnya
Tampil bangga. Nampak sederhana kalimat ini, tetapi tidak sederhana sama sekali. Apalagi jika disorot dari sisi tren yang bertolak belakang. Ditambah lagi dengan isu keterbelakangan jika tidak mengikut tren masyarakat penguasa.
Bangga sebagai muslim. Lebih tidak sederhana. Mustahil seseorang bangga dengan sesuatu, jika tidak mengenalnya dengan baik. Sekaligus ini menjadi tolok ukur seberapa dekat seorang muslim dengan agamanya.
Krisis kepercayaan kita hari ini sebagai muslim menjadi sumber kekacauan beragama. Krisis kepercayaan dan kebanggaan terhadap Islam membuat sebagian orang hari ini minta agar ajaran Islam dibongkar untuk disesuaikan dengan zaman yang menurutnya bertentangan dan lebih hebat dibanding ajaran Islam. Kalau Rasul hidup hari ini akan banyak syariat yang dirubah, begitu ungkapan dimunculkan.
Sebagian lagi, kehilangan jati dirinya sebagai muslim. Muslim hanya ada di indentitas tertulisnya. Tetapi secara kehidupan, ada ajaran Yahudi yang masuk, ada budaya Nasrani yang diserap, ada ajaran Hindu Budha yang dipertahankan. Menjadi orang tanpa identitas yang jelas.
Mereka orang yang tidak mengenal Islam dengan baik. Pengetahuannya tentang Islam serba sedikit dan rapuh sekali.
Di sisi lain, iman menjadi landasan kokoh untuk seseorang bangga terhadap ajaran Islam. Hari ini pun kita melihat mereka yang mempunyai ilmu Islam tetapi menukarnya dengan beasiswa, segepok rupiah, gedung dan sebagainya. Karena iman yang telah terkubur di hadapan dunia dan syahwat yang menggelegak.
Tetapi tidak untuk Umar! Umar dikenal sebagai orang yang tidak pernah peduli kata orang jika telah berada di atas jalan Allah. Kekokohan keyakinan dan kebanggaannya terhadap Islam sudah terlihat sejak dia masuk Islam. Umar lah yang membawa keluar masyarakat muslim yang ketika itu masih berada di persembunyiannya, walau akhirnya mereka dilempari dan dipukuli.
Menariknya, justru pada masa pemerintahan Umar Islam mencapai tingkat kejayaan dan percepatan yang tidak dialami masa manapun. Allah tundukkan negeri-negeri kecil, besar bahkan super power. Allah memberikan kemenangan besar untuk Umar dengan kekuatannya bersandar kepada Allah. Terserah apa kata dunia.
Mereka yang berharap kemenangan besar dan percepatan yang luar biasa, seharusnya menjadi orang yang kokoh seperti Umar. Mempunyai kebanggaan terhadap ajarannya. Memulai dengan pendalaman pengetahuan terhadap ajaran Islam yang murni dan dikemas dengan iman yang kuat.
Ajaran Islam ini memang sejak awal telah mengajarkan agar kita berbeda dengan non muslim. Ini bukan pengibaran bendera permusuhan buta. Tetapi ini justru untuk memunculkan identitas yang jelas. Sedangkan untuk hubungan dengan agama lain, hanya Islam yang mampu menghargai bahkan melindungi. Inilah yang hadir betul dalam kehidupan Umar.
Berikut ini beberapa ajaran Islam yang menyiratkan semangat berbeda dengan yang lainnya.
1. Puasa 9 dan 10 Muharram
Puasa sunnah di awal tahun ini bermula dari puasa sunnah 'asyura' (tanggl 10). Hingga kemudian Nabi menyatakan bahwa beliau akan berpuasa pada tanggal 9 jika Allah sampaikan usia hingga tahun berikutnya. Yang perlu dicatat pula adalah bahwa puasa tanggal 10 adalah merupakan hari yang dipuasai juga oleh Yahudi karena mereka menganggapnya sebagai hari baik di mana Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israel dari musuh-musuh mereka.
Semangat puasa 9 Muharram adalah seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas, "Berbedalah dengan Yahudi, puasalah hari ke sembilan dan sepuluh." (HR. Abdurrazaq dalam mushannafnya dan Thahawi)
Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwa Nabi bersabda, "Berbedalah dengan Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau satu hari setelahnya."
2. Shalat dengan menggunakan alas kaki
Hal ini dikaji dengan lebih detail dalam kajian fikih. Sehingga dipahami sempurna dan tidak salah dalam melaksanakannya.
Tema shalat dengan menggunakan alas kaki mempunyai semangat berbeda dengan non muslim.
"Berbedalah dengan Yahudi, mereka tidak shalat dengan sandal dan alas kaki mereka." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban dari Syaddad bin Aus)
3. Memanjangkan jenggot dan memotong kumis bagi laki-laki
Penampilan yang sangat berbeda untuk hari ini ternyata juga mengandung semangat berbeda dengan non muslim, sekaligus tampil sebagai seorang muslim.
"Potonglah kumis dan panjangkanlah jenggot dan berbedalah dengan majusi." (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
4. Merubah warna uban
Kembali ini bicara tentang penampilan. Seorang muslim harus tampil sebagai seorang muslim dengan semangat tampil beda dari non muslim. Hingga masalah merubah warna uban rambut.
"Rubahlah warna uban dan jangan sama dengan Yahudi dan Nasrani." (HR. Ahmad dari Abu Hurairah dan dihasankan oleh al-Albani)
Kesemua tema ini ditampilkan untuk dilihat semangatnya. Dan ternyata semangatnya adalah berbeda dengan non muslim dan tampil sempurna sebagai seorang muslim sekaligus membangun kebanggan sebagai seorang muslim. Adapun kajian fikih keempat item ini harus dikaji dengan benar dalam kajian fikih yang telah rinci dikaji oleh para ulama.
Kebanggaan sebagai seorang muslim itu yang harus kita bangun hari ini. Semangat tahun baru Hijriyah seharusnya menyembulkan hal ini. Tidak ada tempat untuk hidup terseret oleh tren.
Inilah yang akan membawa berita gembira akan dekatnya pertolongan Allah dan kebesaran yang pernah diraih oleh Umar bin Khattab radhiallahu anhu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar